Prabowo Targetkan Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun, Sasar 28 Juta Keluarga

detikhukum.id – Jakarta || Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit untuk rakyat mencapai Rp400 triliun guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya beli, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah.

Target tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) Tahun 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo mengapresiasi terbentuknya TPAKD di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Menurutnya, keberadaan kelembagaan tersebut menjadi fondasi penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan dan pembiayaan keuangan.

“Bahwa pada akhir tahun 2024, TPAKD telah terbentuk di seluruh provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Ini suatu pencapaian kelembagaan yang perlu kita hargai dan kita banggakan,” ujar Prabowo.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah daerah, Bank Indonesia, serta seluruh pihak yang berkontribusi dalam membangun dan mengembangkan TPAKD.

Prabowo menyebut penerima manfaat program akses keuangan berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pengemudi ojek daring, petani, nelayan, pedagang, hingga santri.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan ekonomi nasional harus diukur dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat, terutama kelompok yang menggantungkan penghidupan pada sektor usaha kecil dan ekonomi lokal.

“Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata. Oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya,” tegasnya.

Prabowo Tekankan Peningkatan Kesejahteraan dan Daya Beli

Presiden menegaskan, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan daya beli keluarga harus menjadi fokus utama strategi pembangunan ekonomi nasional.

Ia mengingatkan bahwa kesejahteraan tidak cukup hanya menjadi slogan, tetapi harus tercermin dalam peningkatan pendapatan masyarakat dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan hidup.

“Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata. Ini yang sedang kita perjuangkan, ini garis kita, ini strategi kita,” kata Prabowo.

Selain memperluas akses pembiayaan, Prabowo menilai pengelolaan sumber daya alam secara optimal menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kemampuan ekonomi nasional.

Ia menegaskan, pemerintah pusat dan daerah harus bersama-sama menjaga serta mengelola kekayaan alam Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan sebesar-besarnya oleh masyarakat.

“Sumber alam Indonesia harus dijaga, harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita,” ujarnya.

Target Rp400 Triliun untuk 28 Juta Keluarga

Terkait penyaluran pembiayaan, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah akan meningkatkan skala penyaluran kredit bagi masyarakat. Ia menyebut realisasi penyaluran yang telah dicapai menjadi pijakan untuk memperluas jangkauan program pada tahun-tahun mendatang.

“Kita bangga dengan prestasi yang sudah kita capai bersama, antara lain penyaluran kredit-kredit untuk rakyat, dan kita juga akan lebih masif lagi,” ungkapnya.

Prabowo menyebut penyaluran kredit yang dilaporkan kepadanya mencapai sekitar Rp53 triliun dengan penerima manfaat sekitar dua juta orang. Pemerintah, lanjutnya, ingin meningkatkan capaian tersebut secara signifikan.

“Rencana kita, sasaran kita insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan dan di daerah-daerah terpencil dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan yang berpenghasilan rendah,” kata Prabowo.

Ia memperkirakan program tersebut akan menyasar sekitar 28 juta keluarga. Jika setiap keluarga dihitung rata-rata terdiri atas empat orang, manfaat program itu berpotensi menjangkau sekitar 100 juta penduduk Indonesia.

Presiden juga menilai kemampuan pembiayaan pemerintah berpeluang meningkat apabila kekayaan alam nasional dapat dijaga dan dikelola secara optimal.
“Kalau kita bisa mengamankan sumber-sumber alam kita yang sangat luar biasa, berarti kemampuan kita akan lebih,” pungkasnya.

Target penyaluran kredit Rp400 triliun tersebut menjadi salah satu agenda pemerintah untuk memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, khususnya petani, nelayan, pelaku usaha, serta keluarga berpenghasilan rendah di wilayah pedesaan, daerah terpencil, dan perkotaan.***

DH/raffa christ manalu/red

Pos terkait