Bulog Bersama DKPP Indramayu Survai Gudang Beras Untuk Pembagian PBP Kepada 317.133 Warga

detikhukum.id,- Indramayu, – Sebanyak 317.133 warga Kabupaten Indramayu,
Jawa Barat, yang masuk daftar Penerima
Bantuan Pangan (PBP) akan menerima bantuan
beras pemerintah sebanyak 30 kilogram (kg)
sekaligus.

Bantuan tersebut merupakan alokasi Juli,
Agustus, dan September 2026 yang
ditargetkan mulai disalurkan sebelum 17
Agustus 2026.

Menjelang penyaluran, Dinas Ketahanan
Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten
Indramayu bersama Perum Bulog dan Satuan
Pangan mengecek stok serta kualitas beras dı
gudang filial Desa Leuwigede, Kecamatan
Widasari, Senin (10/08/2026).

Kepala DKPP (Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian) Kabupaten Indramayu Sugeng
Heryanto mengatakan pemeriksaan dilakukan
untuk memastikan bantuan yang diterima
masyarakat dalam kondisi layak dan siap
didistribusikan.

Sugeng mengungkapkan bantuan pangan dari
pemerintah pusat melalui Badan Pangan
Nasional (Bapanas) masih sangat dibutuhkan
masyarakat. Kondisi tersebut terutama
dirasakan di sejumlah wilayah Indramayu yang
masih memasuki masa paceklik dan baru
memasuki musim tanam.

“Dengan adanya program bantuan dari
pemerintah ini, kami tentu menyampaikan
terima kasih kepada Presiden Prabowo
Subianto serta Bapanas dan menteri pertanian.
Kebijakan ini diharapkan dapat membantu
meringankan beban masyarakat, khususnya
warga Kabupaten Indramayu,” kata Sugeng.

Sugeng menyampaikan seluruh beras yang
akan disalurkan berasal dari hasil penyerapan
gabah petani di Kabupaten Indramayu.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan
produksi pertanian lokal mampu memenuhi
kebutuhan program bantuan pangan
pemerintah.

“Tidak ada beras dari luar Indramayu, apalagi
beras impor” ujarnya.

Pemerintah juga mencatat peningkatan jumlah penerima bantuan dibandingkan penyaluran sebelumnya.

Kepala Perum Bulog Cabang Indramayu Apip
Wijaya mengatakan jumlah penerima bantuan
pangan pada alokasi Juli-September 2026
mencapai 317.133 PBP. Angka tersebut
meningkat 3.004 penerima dibandingkan
alokasi Februari-Maret 2026 yang tercatat
sebanyak 314.129 PBP.

,” sebanyak 3.004 PBP dibandingkan alokasi
sebelumnya pada Februari-Maret” kata Apip.

la menjelaskan penyaluran akan dilakukan
sekaligus untuk tiga bulan sehingga setiap
penerima manfaat memperoleh total 30
kilogram beras.

“Penyaluran dilakukan sekaligus untuk 3 bulan,
jadi masing-masing PBP langsung menerima
30 kilogram beras” ujarnya.

Bulog bersama DKPP akan melakukan
sosialisasi kepada para camat dan pemerintah
desa terkait mekanisme penyaluran sebelum
distribusi dimulai. Distribusi ditargetkan mulai
berjalan sebelum peringatan HUT ke-81
kemerdekaan Rl pada 17 Agustus 2026.

“Mekanismenya pada dasarnya sama seperti
alokasi sebelumnya. Kami akan bagikan
undangan, lalu KPM datang ke titik bagi. Ada
dokumentasi serah terima berbasis by name by
address serta pendokumentasian melalui
aplikasi oleh petugas distribusi di desa” jelas
Apip.

Bulog masih mengantisipasi sejumlah kendala
yang kerap muncul saat penyaluran bantuan,
terutama berkaitan dengan validitas data
penerima manfaat. Koordinasi dengan
pemerintah desa akan diperkuat agar bantuan
dapat tersalurkan tepat sasaran.

“Kendala di lapangan biasanya terkait data,
seperti adanya penerima yang sudah
meninggal dunia atau nama yang sama dalam
satu desa dengan alamat yang kurang spesifik.
Nanti kita sinergikan bersama perangkat desa
agar penyaluran tepat sasaran,” pungkasnya.

DH/ Thoha /red

Pos terkait