detikhukum.id – Purwakarta || Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar Gladi Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana di Kampung Parang Gombong, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, Senin (2/11/2026). Kegiatan yang melibatkan 80 peserta dari berbagai unsur tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan, koordinasi, dan kesiapan personel serta masyarakat dalam menghadapi potensi bencana.
Kegiatan dibuka langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Purwakarta, Ir. Sri Jaya Midan, M.P. Rangkaian acara diawali dengan apel kesiapan personel dan relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang dipimpin Kepala Pelaksana Harian BPBD, Heryadi Erlan W.D.
Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan ini.
Mereka berasal dari berbagai unsur, di antaranya Babinsa, kepala desa, kelompok penggerak wisata, serta organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan se-Kecamatan Sukasari.
Kampung Parang Gombong dipilih sebagai lokasi gladi karena wilayah tersebut dinilai memiliki potensi kerawanan bencana yang cukup tinggi.
Karena itu, kesiapan personel, relawan, dan masyarakat setempat dinilai penting untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan keadaan darurat.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai pemeriksaan dan penggunaan peralatan penyelamatan. Materi ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan peserta saat menghadapi situasi darurat maupun melakukan penanganan bencana di lapangan.
Dalam sambutannya, Sekda Sri Jaya Midan menegaskan bahwa gladi kesiapsiagaan merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sistem penanggulangan bencana melalui deteksi dini dan mitigasi secara berkelanjutan.
Menurutnya, kesiapsiagaan tidak boleh hanya menjadi perhatian saat musim hujan. Sebab, potensi bencana juga dapat terjadi pada musim kemarau, seperti kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan.
“Pemerintah Kabupaten Purwakarta terus berupaya semaksimal mungkin melakukan mitigasi terhadap berbagai potensi bencana, baik pada musim hujan maupun musim kemarau. Kesiapsiagaan harus dibangun sejak dini agar kita lebih siap ketika menghadapi kondisi darurat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepekaan para pemimpin kewilayahan, mulai dari kepala desa hingga unsur terkait lainnya, dalam mengenali kondisi dan potensi kerawanan di wilayah masing-masing.
Selain itu, setiap proses pembangunan harus memperhatikan aspek keselamatan masyarakat.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada kemajuan infrastruktur, tetapi juga perlu mempertimbangkan risiko bencana, dampak lingkungan, dan keselamatan warga sekitar.
Pada kesempatan tersebut, Sri Jaya Midan mengapresiasi personel BPBD dan para relawan yang selama ini menunjukkan kesiapsiagaan serta semangat pengabdian, khususnya dalam penanganan bencana.
Ia berharap kegiatan gladi dapat meningkatkan koordinasi, keterampilan, dan kesiapan seluruh unsur yang terlibat.
Pemkab Purwakarta juga mendorong agar penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya BPBD. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif dalam mengantisipasi dan menghadapi bencana.
Sebab, kesiapsiagaan bencana tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan peralatan penyelamatan, tetapi juga menyangkut kecepatan bertindak, kekuatan koordinasi, dan kepedulian untuk melindungi keselamatan masyarakat.***
DH/raffa christ manalu/red






